Minggu, 15 Juni 2008

Cerita SMu

Cerita panas bokep abg smu

diambil dari http://ratubokep.com


Aku sebut saja Sidney, saat ini usiaku 23 th. Ini adalah pengalaman sex-ku

bersama pacarku, sebut saja Jake yg berusia 29 th. Dengan Jake aku banyak

mendapatkan pengalaman sex yang sangat berharga. Dengan Jake juga aku jadi

mengenal sex bebas. Pada mulanya aku adalah salah satu gadis yang berprinsip

tidak akan melakukan hubungan sex sampai nanti setelah menikah. Sejak kami

pertama kenal dan kemudian menjalin cinta, Jake sudah sangat tau tentang

prinsipku yang satu itu. Waktu berlalu, tahun 1998 dan tak terasa 2 tahun sudah

hubunganku berjalan dan sampai sejauh itu aku masih bisa konsekwen dengan

prinsipku. Jake sering menyatakan kekagumannya kepadaku sebagai wanita yang

sangat bisa menjaga kesucian. Padalah kami sering kali menghabiskan malam

bersama-sama. Kadang aku menginap dirumahnya (dia tinggal sendiri, orang tuanya

ada di kota lain). Ini kami lakukan karena kami sangat jarang berjumpa. Dan

disaat itu, kami tidak pernah melakukan sesuatu yang diluar batas. Hanya

petting. Perlu kuberitahu Jake punya nafsu sex yang lumayan besar. Kalau sudah

sangat bergairah, dia agak sulit mengontrol diri. Dan kalau sudah begitu aku

lebih suka mengambil jalan aman dengan cara 'menenangkan' dia. Jake paling suka

dengan oral sex. Untuk meredakan nafsunya aku sering melakukan oral sex dengan

menjilat dan mehisap-hisap penisnya sampai akhirnya dia mencapai kepuasan.

Sementara aku juga menikmati 'kepuasan'ku sendiri dengan permainan lidah dan

jari Jake yg sangat lincah pada vaginaku sampai aku mencapai orgasme. Mungkin

karena perasaan cinta dan percaya yg sudah demikian lekat kami merasa

sekarangpun kami sudah menjadi suami istri. Dalam bercinta semakin hari Jake

semakin 'berani' dan kadang tidak mengindahkan lagi peringatanku untuk tidak

'terlalu' dalam melakukan cumbuan.

Lama-kelamaan aku tidak dapat menahan lagi 'gempuran-gempuran'nya setiap kali

kami bercinta. Yang selama ini kami lakukan biasanya cukup petting, namun

belakangan ini Jake suka sekali mengarahkan penisnya ke vaginaku. Sebagai

manusia biasa, tentu saja aku lama-lama merasa penasaran dengan kenikmatan yg

sering disebut orang sebagai surga dunia itu. Antara prinsip yg coba

kupertahankan dengan rasa cinta bercampur penasaran. Pada akhirnya aku tak tahan

dengan desakan-desakan naluriku sendiri sebagai wanita normal.

Malam itu seperti biasa Jake menelefonku dan mengajak aku untuk menginap

dirumahnya. Begitu sampai rumahnya Jake sudah merapikan kamarnya dan dia juga

telah menyiapkan semua peralatan yg kubutuhkan untuk mandi. Selesai mandi

tubuhku yang masih berbalut handuk dipeluknya. Jake memang selalu hangat dalam

bercinta. Diciumnya tengkuk-ku. Dia memang sangat tau bagian-bagian paling

sensitif dari tubuhku. Aku mengelak sambil mendorongnya pelan. Kukatakan aku

ingin memakai baju dulu karena dingin. Jake sengaja memilihkan baju tidur yang

dibelikannya untukku. Sebelumnya aku sudah tau dia ingin making love malam ini.

Begitu aku selesai aku membaringkan tubuhku dikasur. Diapun segera menyusul dan

membaringkan tubuhnya disampingku. Sambil sesekali mencium kening dan pipiku

Jake dan aku ngobrol-ngobrol ringan dulu. Tangannya sesekali mambelai rambutku.

Matanya memandangku begitu dalam, penuh kecintaan…aku merasa beruntung sekali

memiliki kekasih yang orang bilang sangat ganteng dan setia.

Pandangan mata kami bertaut dan saling mencari makna masing-masing didalamnya.

Bibir kamipun saling bertaut. Jake mengulum bibirku dengan berapi-api, seolah

ingin dilumatnya habis. Napasku sedikit sesak karena ciumannya yg bertubi-tubi.

Namun akupun tak mau kalah, kubalas juga ciumannya dengan permainan lidah yang

tak kalah dahsyat. Kupeluk tubuh lelaki yg sangat kucinta itu, hidungku segera

saja mencium aroma sexy tubuhnya yg sangat kusukai. Sementara tangan Jake mulai

beraksi. Dengan gerakan yang lembut, telunjuknya berputar-putar mengelilingi

payudaraku yang ditutupi gaun tidurku yang tanpa bra. Dari balik gaun tidurku

dapat kurasakan sentuhan tangannya yang mendatangkan rasa nikmat. Telunjuknya

mengusap-usap putting susuku yang telah mengeras karena rangsangannya. Demi

melihat putting susuku menonjol tegak, dengan gemas Jake meremas-remas

payudaraku. Tangannya yang kokoh kini telah menguasai tumpukan daging kenyal

yang sangat disukainya. Matanya kadang terpejam merasakan kenikmatan yang dia

dapat dari remasan tangannya di payudaraku.

"Ooohh…Sid….hmm….." bisiknya. Detik berikutnya tangannya beralih dari dadaku dan

berusaha untuk melepaskan baju tidur yang melilit tubuhku. Dengan tidak sabar

dilepasnya baju itu dan dilemparnya entah kemana. Sementara aku sudah sangat

terangsang dari tadi. Dapat kurasakan bagian selangkanganku menjadi sedikit

tegang dan basah. Setelah puas menciumi bibirku kini bibirnya bergerak pelan

kearah bawah melewati leherku…dikecupnya lembut, dari situ bibir Jake bergerak

menjilati kupingku. Aku menggelinjang nikmat mendapat perlakuan seperti itu.

Bibirnya terus menelusur kebawah dan kini telah sampai diantara belahan buah

dadaku yang Jake bilang sangat sexy karena ukurannya dan kekenyalannya. Lidahnya

bermain-main dan menyapu-nyapu diantara gundukan bukit kenyalku yang berukuran

36C. lidahnya yg hanya berputar-putar disekitar payudara dan putting susuku

membuatku gemas. Puttingku sudah tegak mengeras menanti kehangatan bibirnya

namun tampaknya Jake sengaja mempermainkanku dengan tidak menyentuh bagian

paling sensitif dari dadaku itu. Setelah beberapas lama aku tidak tahan dan

akhirnya merengek manja.

"Ooohh…Jake…jangan main-main doongg…." desahku. Jake hanya tersenyum melihat

wajahku yang sudah sangat gemas dan tidak sabar. Detik berikutnya saat yang

kunanti akhirnya tiba juga. Jake menjilatkan lidahnya yang hangat di putting

susuku.

"ooohh…sayaanggg…" desisku lega. Tidak sampai disitu Jake pun mulai

menghisapinya bagaikan seorang bayi yang sangat kehausan. Putingku

disedot-sedot, dihisap dan dijilatinya. Aku semakin mendesah dan merintih-rintih

nikmat! Sepertinya Jake semakin terangsang dengan suara eranganku.

Sementara itu tangan kokoh Jake mulai menelusuri pinggang dan perutku, terus

bergerak kebawah. Ketika tangannya menyentuh bagian selangkanganku, Jake

mengusap-usap rambut-rambut halus yang tumbuh disana. Aku menggeliat gelisah dan

mendesah-desah. Kegelisahanku seolah terbaca oleh Jake. Maka tanpa menunggu lagi

tangannya dengan lincah membuka CD minim-ku yg berwarna hitam turun dan terus

menuju vaginaku yang sudah sangat basah itu. Diusap-usapnya lembut..kemudian

jari tengahnya mulai digeser-geserkan kebelahan vaginaku. Aku mengerang penuh

kenikmatan. Oohh…betapa aku merasakan nikmat yang membuatku semakin menjulang

tinggi. Jake mengelus-elus vaginaku dan telunjuknya kini berputar-putar

disekitas lubang vaginaku. Telunjuknya yang kini basah diusapkannya ke clitku.

Dan dia pun mulai mengusap dan membasahi clitku dengan cairan vaginaku sendiri.

Sementara akupun tidak mau tinggal diam. Tanganku mencoba menggapai-gapai

penisnya dan ketika penis itu telah berada dalam genggaman tanganku, dapat

kurasakan ooohh…alangkah besarnya penis kekasihku. Penis itu sudah sangat tegang

dan keras sekali, aku rasakan penis itu berdenyut-denyut hangat. Jake mendesah

pelan ketika kukocok-kocok lembut penisnya. Sementara itu tangannya semakin

ganas divaginaku. Jemarinya dengan lembut mengusap dan sesekali dicubit-cubitnya

clitku yg sudah sangat tegang. Aku mendesah…mengerang….dan merintih nikmat…dalam

pada itu naluriku seolah menuntut agar Jake melakukan sesuatu yang lebih dan

lebih lagi! Tiba-tiba tubuh Jake melorot kearah bawah, menuju selangkanganku.

Aku tau apa yang ingin dilakukannya dan aku sudah tak sabar untuk menikmati rasa

itu. Benar saja. Aku merasakan hidung Jake menyentuh-nyentuh rambut-rambut

halusku. Belum kuresapi betul kenikmatan itu, kini lidah Jake sudah mulai

beraksi dengan menjilati semua bagian vaginaku. Dihisap dan sesekali digigitnya

clitku. Aku hanya bisa pasrah sambil menikmati permainan lidahnya yg luar biasa.

Tak puas dengan itu, jarinya membuka lebar bibir vaginaku agar lebih lebar dan

terlihat jelas.

Untuk sesaat dia tidak melakukan aktivitas apapun. Matanya menatap kagum ke arah

vaginaku. Dia berdecak kagum. "Hmm…Sid, vaginamu indah sekali." bisiknya

berulang-ulang. Tiba-tiba Jake mengambil senter kecil dan menyorotkan cahayanya

ke arah lubang vaginaku. Aku tanya apa yg dia ingin lakukan dengan senter itu.

Jake bilang ia ingin melihat lubang vaginaku yang sesungguhnya. Ini adalah

pengalaman sex yg pertama bagi kami. Bukan cuma aku, Jake-pun sebelum ini belum

pernah melihat bentuk vagina yang sesungguhnya, hanya melalui film blue saja.

Maka ketika yang dihadapinya kini adalah vagina yg sebenarnya dia merasa

takjub…inilah lubang kenikmatan itu.

Sambil masih terus menyorotkan senter itu ke vaginaku Jake berkata, " Sid…lubang

tempat masuk penis itu ternyata kecil sekali…sangat sempit. Sepertinya nggak

mungkin mampu dilewati penisku yangs sebesar ini" bisiknya bodoh. Aku hanya

tersenyum dan berkata, " Itu namanya aku masih asli, sayang…Nanti kalau sudah

masuk, dia akan membesar mengikuti besar penis kamu.." jawabku sok tau.

"Sid…milikmu indah sekali, kau harus melihat sekali-sekali bagaimana bentuk

vaginamu didalam…kulitnya lembut sekali dan berwarna kemerahan yg segar.

Ahhh…aku sudah tidak sabar ingin menikmatinya dalam arti yg sesungguhnya." Bisik

Jake.

"Maksudmu apa…?" bisikku

"Bolehkan kalau aku…mm….aku ingin kita melakukan sex yang sebenarnya…bukan cuma

petting seperti yg kita lakukan selama ini,.." katanya ragu…

Aku terdiam sejenak. Antara prinsip yg kupertahankan selama ini dengan naluriku

yg sudah hampir meledak menuntut suatu kenikmatan bercampur dibenakku. Terus

terang, akupun saat ini ingin sesuatu yg 'lebih' dari apa yg pernah kami lakukan

sebelumnya.

Aku tak tau apakah Jake mengerti apa yg tengah kupikirkan, tetapi tanpa menunggu

jawabanku Jake kembali melakukan aksinya lagi. Kini dengan nafsu yg lebih

bergelora ia menjilati seluruh permukaan vaginaku. Lidahnya bermain-main di

clitku. Aku bagaikan cacing kepanasan menggeliat kesana kesini, kakiku bergetar

menahankan kenikmatan yg kurasakan diseputar vaginaku. Desahanku yg semakin

keras sepertinya membuat semangat Jake makin tinggi. Tiba-tiba Jake merubah

posisinya terbalik diatas tubuhku. Kini penisnya tepat berhadapan dengan

wajahku. Dengan sigap akupun menangkap penisnya yg sudah sangat tegang itu untuk

kemudian kuhisap dan kujilati. Dengan gerakan maju mundur mulutku terus

berkecipak mengulum penisnya.

Sementara tanganku yg lain meremas-remas buah pelirnya yg menggantung. Mendapat

rangsangan demikian, Jake semakin mengganas dibagian vaginaku. Dijilatinya terus

clitku dan dihisap-hisapnya bibir vaginaku berrgantian. Oooohh…nikmat sekali.

Kenikmatan yang sudah sampai keubun-ubun membuat kami berdua bagai dua orang yg

kesetanan. Hingga pada akhirnya Jake kembali pada posisi semula. Tubuhnya

menindih tubuhku dari atas setelah sebelumnya dibukanya lebar-lebar dua kakiku.

Mulutnya kembali menciumi bibir dan payudaraku bergantian. Kemudian dia bangkit,

Jake kini berdiri dengan dua lututnya persis diantara dua kakiku yg telah

dibukanya lebar. Tangannya menuntun penisnya kearah vaginaku. Aku

mendesah…lirih…Aku tau apa yang ingin dilakukannya. Aku sudah tidak peduli lagi.

Dalam hatiku sudah bulat untuk mengawininya dan yg penting diatas semua itu, aku

percaya Jake dengan sepenuh hatiku. Aku siap untuk kehilangan virginitasku malam

ini. Penisnya kini telah menyentuh lubang vaginaku, Jake berusaha memasukkan

kepala penisnya yg besar ke lubang kecil itu. Ditekannya

sedikit..pelan…dipandangnya wajahku dan bertanya apakah aku merasa sakit. Aku

hanya menggeleng lemah. Jake meneruskan usahanya memasukan penisnya ke lubangku.

Kali ini ditekannya sedikit keras. Aku menahan napasku, rasanya sebagian kepala

penisnsya telah masuk, dapat kurasakan dari lubangku yg terasa agak meregang.

Sejauh ini belum terasa sakit. Merasa telah memasukkan sebagian kepala penisnya

ke lubangku, Jake melepas tangannya yg tadi menuntun kepala itu untuk masuk

kelubangku. Dia mulai menggoyangkan pantatnya pelan, menekan kebawah, ke

vaginaku. Namun kepala itu lepas. Beberapa kali Jake melakukan itu, namun pada

saat tangannya dilepas, penis itupun ikut lepas. Keringatnya mulai muncul,

tubuhnya basah. Aku tau, dia berusaha melakukannya dengan lembut sekali karena

takut aku merasa kesakitan. Jake memang sangat pengertian.

Aaaah…. desahnya pelan. "Sulit sekali, sayang…masih sempit" bisiknya. Aku

menyeka keringatnya disekitar wajah dan keningnya. Dikecupnya bibirku. "Aku

cinta kamu, sayang…" bisiknya lagi mesra. Aku memejamkan mataku merasakan

kebahagiaan ini. Sementara tanganku kini mengusap-usap putting susu Jake. Jake

sangat sensitif dibagian putting susunya, terutama yg sebelah kirinya dan aku

tau betul itu. Benar saja, Jake langsung mendesah-desah.

"Ooohh….nikmatnya, sayangg.." desisnya. Aku semakin bersemangat. Jari-jariku

menari-nari diputing susunya. Jake menggelengkan kepalanya dengan mata terpejam.

Kini tangannya mencoba lagi memasukkan penisnya kelubangku yg basah. Sebagian

kepalanya telah masuk kini, Jake menekannya sedikit keras. Kurasakan lubangku

kembali meregang. Kali ini Jake tidak melepaskan tangannya. Dibimbingnya terus

penis itu sampai masuk ke vaginaku. Bless…kurasakan sesuatu menyodok kedalam.

Kupikir semua penisnya telah masuk, ternyata yg masuk baru kepalanya saja.

Seluruh kepala penis Jake kini telah masuk kelubangku. Ada sedikit perih dan

sesuatu yg mengganjal dibulangku. Tapi aku begitu menikmati sensasi yg

ditimbulkannya. Aku mendesah…dan Jakepun berdesis pelan…Ia mengambil napas

dalam-dalam.

"Sakit sayang..?" tanyanya lembut. Aku hanya bisa menggelengkan kepala. Aku

merasakan perih dan nikmat secara bersamaan. Kemudian dengan pelan namun pasti

Jake menekankan penisnya kedalam dan semakin dalam. Oohh…aku rasakan sesuatu yg

sangat besar bergerak masuk kelubangku yg sempit. Jake mendesah…"Oooh…Sid,

nikmat sekali sayang.." Jake terus memasukkan penisnya sampai betul-betul masuk

semua. Akupun merasakan vaginaku sangat sempit atau memang ukuran penis Jake yg

terlalu besar. Aaaah…nikmat sekali. Pelan dan lembut Jake mulai mengayunkan dan

menggoyangkan pantatnya. Otomastis penisnya pun jadi menghunjam-hunjam dalam

lubang vaginaku. Aku mengerang dan mendesah sejadi-jadinya. Nikmat yg kini

kurasakan tak terjabarkan dengan kata-kata. Aku malah mendorong pantat Jake

dengan tanganku seolah ingin penis Jake lebih masuk dan menusuk ke bagian

terdalam vaginaku. Tau aku telah menikmati permainan ini, Jake mempercepat

gerakannya mengayuh pantat. Dan akupun semakin mengerang nikmat. Setiap hunjaman

penisnya divaginaku kubarengin dengan pantatku yang sengaja kudorong keatas dan

sedikit diangkat. Sehingga gesekan-gesakan penis dengan dinding vaginaku dapat

lebih kurasakan. Ujung penis Jake yg besar serasa menyodok-nyodok ujung

peranakanku dan ini mendatangkan rasa yg luar biasa sekali. Desahanku telah

berubah jadi erangan dan eranganku lama kelamaan berubah jadi jeritan yg

tertahan. Oooohh….Kami terhanyut dalam kenikmatan yg baru kali ini kami rasakan.

Tubuh kami kini sudah bermandi peluh, napas kami memburu Selama lebih dari 20

menit Jake dan aku berpacu mendaki puncak kenikmatan. Sambil menghunjamkan

penisnya mulut Jake tak mau ketinggalan dengan terus mengulum payudaraku.

Dihisapnya putting susuku dengan penuh gairah. Aku merasakan kenikmatan dari

segala penjuru tubuhku. Jake memang luar biasa!

Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yg mendesak keluar dan dibarengi dengan rasa

nikmat luar biasa. Aku akan orgasme, pikirku. Aku mendesis-desin dan sambil

mempererat pelukanku dipunggungnya aku semakin mempercepat goyangan pantatku yg

mengimbangi goyangan pantat Jake. "Jake…oooohh…..sayangg….aaacchh………..aku

keluar….ooooooohhhhhhhhh…..!!" aku menjerit dan secara relfek kugigit bahu Jake.

Jake semakin mempercepat gerakan pantatnya, lincah sekali dia. Kurasakan bagian

dalam vaginaku bedenyut-denyut dan ada rasa hangat yg menjalar. Aku memejamkan

mataku rapat-rapat. Sementara mulutku mengerang nikmat. Napasku

mendengus-dengus…

"Oooohh…Jake…ooohhh….aaaahhhhh……… desahku bagai tak berkesudahan. Dan kini

giliran Jake yg bagai orang kesetanan.

"Oohh…ooohhhh…..Sid… enak sekali jepitan vaginamu, sayang….!" Desisnya. Rupanya

Jake merasakan otot vaginaku berkontraksi meremas-remas dan menyedo-nyedot

penisnya yg ada didalam. Diapun semakin mempercepat hunjaman-hunjaman penisnya

divaginaku. Aku mendesis-desis. Selama 2 menit aku merasakan vaginaku

berdenyut-denyut dan menghisap kuat penis Jake. Detik berikutnya Jake berbisik

dengan sedikit tertahan. "Ooohh….Sid….aku mau keluar….!!"

"Aaaaahhh……….hhhhhhhm…….oooooooooohhhhhhhhh "

Tiba-tiba Jake bangkit dan mengeluarkan penisnya dari vaginaku. Sedetik

kemudian, cret…crett…crett….spermanya berloncatan dan tumpah tepat diatas

perutku. Tangannya dengan gerakan sangat cepat mengocok-ngocok batang penisnya

seolah ingin mengeluarkan semua spermanya tanpa sisa. "Aaaaahhhhhhhh……………." Jake

mendesis panjang dan kemudian menarik napas lega.

Tidak ada komentar: